Tuesday, 5 March 2013
Doing Something..
Tengah malam ini jujur gue gak bisa tidur. Banyak beban yang gue rasain, dari mulai beban akademik mahasiswa semester akhir, bisnis clothingline gue, kisah percintaan, setahun belakangan ada sedikit masalah keluarga: kurang perhatian dari anggota keluarga gue, impian gue yang sangat segudang, banyak hal yang mengusik pikiran gue. Gue hanya mampu untuk menceritakannya di blog ini daripada gue pendam sendirian (gue takut depresi dan makin kurus :(...
Please God, gue bener-bener ingin meluruskan semuanya. Mungkin sedikit-demi sedikit, mulai dari yang kecil. But in the reality, i don't know what should i do first!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!1
selama hampir dua tahun ini gue benar-benar kehilangan jati diri. Gue melakukan hal-hal yang sebenernya bukan yang ingin gue lakuin.
Dan yang gue inginkan adalah "berekpresi"....
Berekspresi bisa dengan membuat kreativitas, berkarya, melakukuean sesuatu prestasi, seperti itulah. Bukannya tekanan dalam organisasi-organisasi yang gue lakukan selama ini. Penuh dengan pleasure.
Gue baru ingat ketika dulu gue mengikuti ekstrakulikuler mading di SMNA, gue merasa bahagia, otak gue merasa jalan dan terus berputar. Ide-ide segar selalu meluap-luap.
Dan setelah perjalanan panjang ini, -selama kuliah- kurang lebih hampir 4 tahun ini, gue baru menemukan passion gue. Dan keinginan gue 2 tahun yang lalu untuk masuk dan daftar FSRD ITB ternyata bukan keinginan sesaat. dan kreativitas yang gue jalanin mulai masuk SMA (umur 15 tahun) itu memang passion gue, disamping ketertarikan gue dengan kegiatan sosial.
Ketertarikan gue akan semua yang berbau seni sangatlah kuat, dan gue sangat cinta dengan apapun yang terlihat indah. ...
Gue mau banget ngelanjutin S2 ke bidang art...desain, kriya, fashion desain, dll,,,,bisa ga yah?
*(bangun ri, ga salah ngambil S2 jurusan itu? ga nyambung kali sama jurusan Ilmu Pemerintahan -___-" )
Please God, gue bener-bener ingin meluruskan semuanya. Mungkin sedikit-demi sedikit, mulai dari yang kecil. But in the reality, i don't know what should i do first!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!1
selama hampir dua tahun ini gue benar-benar kehilangan jati diri. Gue melakukan hal-hal yang sebenernya bukan yang ingin gue lakuin.
Dan yang gue inginkan adalah "berekpresi"....
Berekspresi bisa dengan membuat kreativitas, berkarya, melakukuean sesuatu prestasi, seperti itulah. Bukannya tekanan dalam organisasi-organisasi yang gue lakukan selama ini. Penuh dengan pleasure.
Gue baru ingat ketika dulu gue mengikuti ekstrakulikuler mading di SMNA, gue merasa bahagia, otak gue merasa jalan dan terus berputar. Ide-ide segar selalu meluap-luap.
Dan setelah perjalanan panjang ini, -selama kuliah- kurang lebih hampir 4 tahun ini, gue baru menemukan passion gue. Dan keinginan gue 2 tahun yang lalu untuk masuk dan daftar FSRD ITB ternyata bukan keinginan sesaat. dan kreativitas yang gue jalanin mulai masuk SMA (umur 15 tahun) itu memang passion gue, disamping ketertarikan gue dengan kegiatan sosial.
Ketertarikan gue akan semua yang berbau seni sangatlah kuat, dan gue sangat cinta dengan apapun yang terlihat indah. ...
Gue mau banget ngelanjutin S2 ke bidang art...desain, kriya, fashion desain, dll,,,,bisa ga yah?
*(bangun ri, ga salah ngambil S2 jurusan itu? ga nyambung kali sama jurusan Ilmu Pemerintahan -___-" )
hanya diam
it's about my dream and my life..
Bermula dengan mimpi yang besar, yang sedikit demi sedikit aku lalui, walau penuh kerja keras, namun aku semakin merasakan mimpi itu samar-samar terwujud, dan kini meredup kembali ketika cinta itu datang.
Ketika aku mulai mengenal cinta, dan ketika perhatian dari keluarga sedang tidak seperti dulu lagi, pada akhirnya, aku mulai terjatuh. Begitu dalam. Kisah cinta pertamaku begitu perih. Mungkin aku tak terbiasa, dan memang dahulu aku selalu takut untuk jatuh cinta. Sempat gonta-ganti gebetan (bahasa anak mudanya, :)) ) itu semata-mata bukan karena aku playgirl, tapi aku belum merasa cocok dengan mereka. Dan aku takut jatuh cinta, karena aku takut akan patah hati.
Tapi entah mengapa, dengan dia, aku begitu memberanikan diri untuk menjawab, 'ya'.
Aku semakin terlarut, aku terjatuh, terbangun lagi. Sedikit menyadari kebodohanku dalam menyia-nyiakan waktu, tenaga, dan air mata. Berat badan menyusut dikarenakan memikirkan yang seharusnya dipikirkan. Aku tersiksa dengan semua ini, dengan semua kegilaan ini. Mungkin, Tuhan cemburu, karena aku begitu cemburu dengan pria itu, ya, aku terlalu cinta kepada makhluk-Nya, dibandingkan Dia.
Aku menangis, tapi tak tahu harus berbuat apa. Maka kuputuskan untuk berdiam diri. Menikmati waktu-ku, dan waktuku untuk kembali memikirkan Tuhan-ku. Butuh waktu yang sangat lama untuk mengerti akan semua ini. Yang aku butuhkan hanyalah diam.
(picture by: dinda ps)
Bermula dengan mimpi yang besar, yang sedikit demi sedikit aku lalui, walau penuh kerja keras, namun aku semakin merasakan mimpi itu samar-samar terwujud, dan kini meredup kembali ketika cinta itu datang.
Ketika aku mulai mengenal cinta, dan ketika perhatian dari keluarga sedang tidak seperti dulu lagi, pada akhirnya, aku mulai terjatuh. Begitu dalam. Kisah cinta pertamaku begitu perih. Mungkin aku tak terbiasa, dan memang dahulu aku selalu takut untuk jatuh cinta. Sempat gonta-ganti gebetan (bahasa anak mudanya, :)) ) itu semata-mata bukan karena aku playgirl, tapi aku belum merasa cocok dengan mereka. Dan aku takut jatuh cinta, karena aku takut akan patah hati.
Tapi entah mengapa, dengan dia, aku begitu memberanikan diri untuk menjawab, 'ya'.
Aku semakin terlarut, aku terjatuh, terbangun lagi. Sedikit menyadari kebodohanku dalam menyia-nyiakan waktu, tenaga, dan air mata. Berat badan menyusut dikarenakan memikirkan yang seharusnya dipikirkan. Aku tersiksa dengan semua ini, dengan semua kegilaan ini. Mungkin, Tuhan cemburu, karena aku begitu cemburu dengan pria itu, ya, aku terlalu cinta kepada makhluk-Nya, dibandingkan Dia.
(picture by: dinda ps)
Subscribe to:
Posts (Atom)

