it's about my dream and my life..
Bermula dengan mimpi yang besar, yang sedikit demi sedikit aku lalui, walau penuh kerja keras, namun aku semakin merasakan mimpi itu samar-samar terwujud, dan kini meredup kembali ketika cinta itu datang.
Ketika aku mulai mengenal cinta, dan ketika perhatian dari keluarga sedang tidak seperti dulu lagi, pada akhirnya, aku mulai terjatuh. Begitu dalam. Kisah cinta pertamaku begitu perih. Mungkin aku tak terbiasa, dan memang dahulu aku selalu takut untuk jatuh cinta. Sempat gonta-ganti gebetan (bahasa anak mudanya, :)) ) itu semata-mata bukan karena aku playgirl, tapi aku belum merasa cocok dengan mereka. Dan aku takut jatuh cinta, karena aku takut akan patah hati.
Tapi entah mengapa, dengan dia, aku begitu memberanikan diri untuk menjawab, 'ya'.
Aku semakin terlarut, aku terjatuh, terbangun lagi. Sedikit menyadari kebodohanku dalam menyia-nyiakan waktu, tenaga, dan air mata. Berat badan menyusut dikarenakan memikirkan yang seharusnya dipikirkan. Aku tersiksa dengan semua ini, dengan semua kegilaan ini. Mungkin, Tuhan cemburu, karena aku begitu cemburu dengan pria itu, ya, aku terlalu cinta kepada makhluk-Nya, dibandingkan Dia.
Aku menangis, tapi tak tahu harus berbuat apa. Maka kuputuskan untuk berdiam diri. Menikmati waktu-ku, dan waktuku untuk kembali memikirkan Tuhan-ku. Butuh waktu yang sangat lama untuk mengerti akan semua ini. Yang aku butuhkan hanyalah diam.
(picture by: dinda ps)
Bermula dengan mimpi yang besar, yang sedikit demi sedikit aku lalui, walau penuh kerja keras, namun aku semakin merasakan mimpi itu samar-samar terwujud, dan kini meredup kembali ketika cinta itu datang.
Ketika aku mulai mengenal cinta, dan ketika perhatian dari keluarga sedang tidak seperti dulu lagi, pada akhirnya, aku mulai terjatuh. Begitu dalam. Kisah cinta pertamaku begitu perih. Mungkin aku tak terbiasa, dan memang dahulu aku selalu takut untuk jatuh cinta. Sempat gonta-ganti gebetan (bahasa anak mudanya, :)) ) itu semata-mata bukan karena aku playgirl, tapi aku belum merasa cocok dengan mereka. Dan aku takut jatuh cinta, karena aku takut akan patah hati.
Tapi entah mengapa, dengan dia, aku begitu memberanikan diri untuk menjawab, 'ya'.
Aku semakin terlarut, aku terjatuh, terbangun lagi. Sedikit menyadari kebodohanku dalam menyia-nyiakan waktu, tenaga, dan air mata. Berat badan menyusut dikarenakan memikirkan yang seharusnya dipikirkan. Aku tersiksa dengan semua ini, dengan semua kegilaan ini. Mungkin, Tuhan cemburu, karena aku begitu cemburu dengan pria itu, ya, aku terlalu cinta kepada makhluk-Nya, dibandingkan Dia.
(picture by: dinda ps)
No comments:
Post a Comment